Keutamaan Sholat Wajib

Doa disebut doa, karena semua kegiatannya termasuk doa. Doa didefinisikan sebagai berkat, karena kebesaran dan pertumbuhan nilai seseorang dapat dikerjakan melalui doa. Sumber : berdoa.co.id

Doa juga berarti permuliaan karena mengandung ekspresi permuliaan kepada Tuhan.

Sedangkan dalam hal Syariah, sholat adalah ibadah kepada Allah dalam bentuk pidato dan tindakan yang dikenal secara khusus, dimulai dengan interpretasi dan diakhiri dengan salam.
Hukum doa

Doa adalah salah satu dari 2 rukun Islam. Ini adalah doa wajib dan harus dilakukan oleh setiap Muslim dan Muslim yang memenuhi kebutuhannya.

Allah berfirman dalam Al Qur’an Sura An Nisa ayat 103:

Pelajari lebih lanjut كَانَتْ عَلَى الْمْمُؤْنِيْنَ كِتٰبًا مَّوْقُوْتًا

Ini berarti:

“Sesungguhnya, doa adalah kewajiban yang dibatasi waktu untuk orang-orang percaya” (QS. An Nisa ayat 103).

Doa wajib adalah doa yang harus dilakukan umat Islam.

Ketika orang meninggalkan doa karena mereka malas, enggan atau berkomitmen. Dia masih percaya bahwa melaksanakan doa sahnya adalah wajib. Jadi dalam situasi ini, ia dianggap orang berdosa dan bertindak terhadap Allah.

Siapa pun yang tahu ini harus selalu mengingatkan orang itu untuk melakukan doa. Karena bagaimanapun, meninggalkan doa adalah tindakan dosa.

Ketika dia meninggalkan sholat karena tidak menaati tugasnya, para sarjana dan Muslim sepakat bahwa dia dihukum karena ketidakpercayaan dan kemurtadan.

Untuk alasan ini, kewajiban sholat telah dinyatakan dalam argumen qath’i yang berasal dari Al-Qur’an, As-Sunah dan agama Muslim.

Pada kesempatan ini ibadah haji akan membahas pentingnya shalat wajib bagi umat Islam yang melakukan itu.

Dengarkan dan baca: Doa setelah doa wajib

Keutamaan Sholat Wajib

Doa wajib adalah hak istimewa bagi siapa saja yang melakukannya. Lihatlah beberapa keistimewaan doa berikut.

  1. Tuhan menyebut doa sebagai iman

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 143:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ

Ini berarti:

“… Dan Tuhan tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Allah Maha Penyayang, Maha Penyayang bagi umat manusia “(ayat 143 QS Al-Baqarah).

Ibn Katsir menjelaskan bahwa ini berarti bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hadiah untuk shalat di depan Maqdi Yerusalem.

Kenapa tidak?

Karena sholat adalah bagian dari ujian iman seorang Muslim.

  1. Doa dipasangkan dengan banyak adorasi dalam Alquran

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al Baqarah ayat 43:

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Ini berarti:

“Dan atur sholat, sedekah dan rayakan bersama orang-orang yang beribadah” (QS Al-Baqarah ayat 43).

Allah berfirman dalam surat Al Qur’an Al Kautsar ayat 2:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Ini berarti:

“Kalau begitu berdoalah untuk Tuanmu dan pengorbanan.” (QS. Al-Kautsar ayat 2).

Allah berfirman dalam Al Qur’an surat Al An’am ayat 162:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Ini berarti:

“Katakan” Doa saya, ibadah saya, hidup saya dan kematian saya hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. “(QS. Al-An’am ayat 162).

Dari ayat-ayat ini dapat disimpulkan bahwa doa dikaitkan dengan amal, pengorbanan, kehidupan dan kematian.

  1. Allah memberi tahu nabi untuk bersabar dalam melakukan sholat

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Thaha ayat 132:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرق

Ini berarti:

“Dan mintalah keluargamu untuk mendirikan doa dan bersabarlah dengannya. Kami tidak meminta mata pencaharian Anda, kami menyediakan Anda. Dan konsekuensi (baik) adalah untuk orang benar “(QS. Thaha ayat 132).

Dari ayat di atas dikatakan bahwa mendirikan doa membutuhkan kesabaran.

  1. Doa untuk membedakan dari syariah Islam lainnya

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al Ankabut ayat 45:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ

Ini berarti:

“Baca apa yang telah diturunkan kepadamu, Al-Qur’an, dan bangun doa” (QS. Al-‘Ankabut ayat 45).

Kata doa secara khusus disebutkan dalam ayat ini untuk membedakannya dari syari’at lain.

  1. Doa dituntut dari Allah dalam segala keadaan

Utusan Allah berkata:

صَلِّ قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ

Ini berarti:

“Tolong bangun, jika kamu tidak mampu berdoa, maka duduklah dan jika kamu tidak bisa, maka berdoa dengan berbaring.” (HR. Al Bukhari).